PROBOLINGGO – Momentum bersejarah bagi keluarga besar dzurriyah Walisongo di wilayah Probolinggo baru saja dilaksanakan. Bertempat di Kompleks Pondok Pesantren An-Nur, Sumbertaman, Wonoasih, Kota Probolinggo, Pelantikan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Naqobah Ansab Auliya' Tis'ah (NAAT) Kota Probolinggo masa khidmat 2026-2031 telah sukses diselenggarakan pada Minggu, 18 Januari 2026.
Landasan dan Legalitas Organisasi
Pelaksanaan pelantikan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas surat permohonan yang diajukan oleh Inisiator Pembentukan DPC NAAT Kota Probolinggo dengan Nomor Surat: 0098/A1/DPC/NAAT/KOTAPROB/XII/2025 tertanggal 16 Desember 2025. Permohonan tersebut berisi tentang pengajuan pelantikan dan penetapan pengurus untuk masa bakti lima tahun ke depan.
Keputusan ini kemudian diperkuat melalui hasil musyawarah Dewan Pengurus Pusat (DPP) NAAT yang telah dilaksanakan pada Senin, 22 Desember 2025. Dalam musyawarah tersebut, struktur organisasi dan komposisi personalia DPC NAAT Kota Probolinggo secara resmi disepakati dan ditetapkan untuk segera menjalankan roda organisasi.
Rangkaian Khidmat dan Santunan Sosial
Nuansa religius sangat terasa sejak dimulainya kegiatan pra-acara, di mana lantunan salawat oleh grup Hadrah Albanjari dari Pondok Pesantren An-Nur diperdengarkan kepada para tamu undangan. Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini diawali dengan pemberian santunan kepada anak yatim secara simbolis. Penyerahan santunan tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Probolinggo, Dr. H. Aminuddin, SP.Og, M.Kes, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap kegiatan sosial keagamaan di wilayahnya.
Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Sabiq Khoirul Adzim, S.HI., selaku pembawa acara. Khidmatnya suasana semakin terasa saat ayat-ayat suci Al-Qur'an dibacakan, yang kemudian diikuti dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Mars NAAT sebagai simbol semangat nasionalisme dan loyalitas organisasi. Laporan terkait kesiapan acara juga disampaikan oleh Ketua Panitia, Ryadlus Sholihin Firdaus, S.ThI, M.Pd.
Sambutan dan Harapan Tokoh
Sambutan hangat diberikan oleh KH. Mahfudz Sahal selaku Shohibul Bait dan Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur. Beliau menyampaikan rasa syukur atas terpilihnya pesantren tersebut sebagai lokasi pelantikan organisasi yang menaungi dzurriyah para wali. Dukungan serupa juga disampaikan oleh Wali Kota Probolinggo dalam pidatonya, yang menekankan pentingnya peran organisasi berbasis keagamaan dalam membangun karakter masyarakat kota.
Memasuki acara inti, Surat Keputusan (SK) kepengurusan dibacakan oleh Sekretaris Jenderal DPP NAAT, Dr. H. Mohammad Subhan, MA. Setelah pembacaan SK, prosesi pengambilan sumpah jabatan atau bai'at dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP NAAT, KH. R. Ilzamuddin Sholeh. Dengan dibacakannya janji khidmah tersebut, seluruh pengurus DPC NAAT Kota Probolinggo secara resmi memiliki tanggung jawab penuh untuk menjalankan amanah organisasi.
Filosofi Kepengurusan 99 Anggota
Pasca pelantikan, Drs. H. As'ad Anshari, M.Sc, selaku Ketua DPC NAAT Kota Probolinggo terpilih, memberikan sambutan yang membawa suasana penuh kegembiraan. Dijelaskan oleh beliau bahwa struktur kepengurusan DPC NAAT Kota Probolinggo sengaja dibentuk dengan jumlah 99 orang. Angka ini dipilih bukan tanpa alasan, melainkan untuk meneladani jumlah Asmaul Husna, sedangkan angka 9 di dalamnya merepresentasikan jumlah Walisongo.
Dipaparkan pula bahwa komposisi pengurus kali ini sangat heterogen dan mencakup berbagai elemen masyarakat. Disebutkan bahwa di jajaran pengurus terdapat tokoh-tokoh dari kalangan birokrat, legislatif, eksekutif, hingga yudikatif. Tak hanya itu, profesi seperti petani, nelayan, kiai, serta kolaborasi antara ulama dan umara turut memperkuat struktur organisasi ini. Keberagaman profesi ini diharapkan dapat menjadi kekuatan bagi NAAT untuk masuk ke seluruh lini kehidupan masyarakat.
Visi Kebangsaan dan Konsolidasi Dzurriyah
Ketua Umum DPP NAAT, KH. R. Ilzamuddin Sholeh, dalam arahannya menyatakan bahwa kehadiran NAAT bukan hanya berfokus pada urusan internal terkait nasab dzurriyah Walisongo semata. Ditegaskan oleh beliau bahwa NAAT hadir untuk membantu pemerintah dalam berbagai program pembangunan, khususnya dalam menjaga keutuhan dan persatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sebagai penutup rangkaian pengarahan, Rais Syuriyah DPP NAAT, KH. Hasan Ahsan Malik, memberikan pesan yang sangat mendalam terkait pentingnya konsolidasi di antara para dzurriyah. Beliau menginstruksikan agar pengurus yang baru dilantik segera melaksanakan rapat kerja (Raker) untuk merumuskan program-program taktis. Ditekankan oleh beliau bahwa program kerja harus dilaksanakan dengan manajemen yang baik agar keberadaan NAAT benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat.
Seluruh rangkaian acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Rais Syuriyah dan diakhiri dengan kegiatan ramah tamah antara pengurus pusat, pengurus cabang, dan para tamu undangan. Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan dakwah dzurriyah Walisongo yang lebih terorganisir di Kota Probolinggo. (sb/maya)