Kebumen — Haul Akbar Syekh Anom Sidakarsa, ulama penyebar Islam di wilayah Kebumen dan dzurriyah Raden Patah, telah digelar di Desa Grogol Berningsari, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (5/2/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Naqobah Ansab Auliya Tis’ah (DPP NAAT) KH. R. Ilzamuddin Sholeh, bersama jajaran pengurus pusat NAAT Indonesia.
Haul Akbar ini didahului rangkaian Pra Haul yang berlangsung pada 3–4 Februari 2026. Sejumlah kegiatan keagamaan telah dilaksanakan, meliputi khatmil Qur’an, istighotsah, serta silaturahim antar dzurriyah. Dalam rangkaian tersebut juga dilakukan sinkronisasi dan pencocokan data silsilah antarketurunan sebagai bagian dari upaya menjaga keabsahan nasab dan kesinambungan sejarah keluarga besar dzurriyah Raden Patah.
Ketua Panitia Haul Akbar, Ustadz Maryono, didampingi Sekretaris Panitia Ustadz Maarif Ibnu Ngusman, menyampaikan bahwa haul ini tidak hanya dimaknai sebagai tradisi doa dan ziarah, tetapi juga sebagai forum penguatan identitas sejarah dan ukhuwah antar dzurriyah. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang penting untuk merawat ingatan kolektif atas peran para wali dalam proses Islamisasi di Jawa.
Syekh Anom Sidakarsa, yang dikenal pula dengan nama Dullah Sidiq, merupakan tokoh sentral dalam sejarah penyebaran Islam di wilayah Kebumen. Ia disebut sebagai keturunan kelima dari Raden Patah, Sultan Demak sekaligus pendiri Kerajaan Islam Demak. Raden Patah tercatat sebagai putra Raja Brawijaya V, raja terakhir Majapahit, dari Putri Champa, serta mendapat pendidikan keislaman langsung dari Sunan Ampel di Surabaya.
Kerajaan Islam Demak yang didirikan pada 1478 menjadi tonggak awal kekuasaan Islam di Pulau Jawa dan pusat penyebaran dakwah ke berbagai wilayah. Dari garis keturunan inilah, dakwah Islam berkembang hingga ke daerah-daerah pesisir dan pedalaman, termasuk Kebumen. Makam Syekh Anom Sidakarsa yang berada di Desa Grogol hingga kini dikenal luas sebagai salah satu situs ziarah religi yang ramai dikunjungi masyarakat.
Pelaksanaan Haul Akbar pada Kamis pagi diawali dengan tawassul dan pembacaan surat Al-Fatihah, dilanjutkan dengan tahlil bersama dan doa. Selanjutnya, mau’idhoh hasanah disampaikan oleh Ketua Umum DPP NAAT selama kurang lebih 60 menit. Dalam tausiyah tersebut, ditekankan pentingnya menjaga sanad keilmuan, nasab, dan nilai keteladanan para wali sebagai fondasi moral dalam kehidupan beragama dan berbangsa.
Rangkaian acara ditutup dengan doa yang dipimpin Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, Dr. Anis Sholihin, S.Ag., M.Si. Acara kemudian diakhiri dengan ramah tamah dan silaturahim antar dzurriyah, tokoh agama, serta masyarakat.
Kehadiran Ketua Umum DPP NAAT dalam kegiatan ini turut didampingi Sekretaris Jenderal DPP NAAT Dr. H. Mohammad Subhan, MA, Sekretaris LP3SN Br. Yahya Giri, serta Bakorda DPP NAAT Gus Islah. Kehadiran jajaran pengurus pusat tersebut dinilai sebagai bagian dari komitmen NAAT dalam merawat jejaring dzurriyah auliya’ serta menjaga warisan sejarah Islam Nusantara secara ilmiah, berkelanjutan, dan bertanggung jawab. (Sb&yhy)