Oleh : Dr.H.Mohammad Subhan, MA

Dosen Pascasarjana UIM Pamekasan

KHUTBAH I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ شَرَعَ لِعِبَادِهِ شَرَائِعَ الدِّيْنَ, وَ فَضَّلَ اَيَّامًا عَلَى اَيَّامٍ لِزِيَادَةِ الْيَقِيْنِ, وَ جَعَلَ الْحَجَّ مَظْهَرًا لِلتَّقْوَى وَ الطَّاعَةِ وَ الْخُشُوْعِ وَ الْحَنِيْنِ, وَ كَلَّفَ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيْلًا لِيَكُوْنَ مِنَ الْمُخْلِصِيْنَ. وَ أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَ أَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اٰلِهِ وَ صَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَ اَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِى كِتَابِهِ وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا

KAUM MUSLIMIN RAHIMAKUMULLAH

Segala puji bagi Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Allahlah yang menciptakan kita dalam keadaan sempurna, memberikan kita akal untuk berpikir, hati untuk merasakan dan jiwa untuk beribadah kepada-Nya. Dia yang telah merancang syariat Islam sebagai pedoman hidup, lengkap dengan berbagai jalan kebaikan untuk menggapai ridha-Nya.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, sang pembawa risalah yang sempurna. Beliaulah yang menjelaskan kepada kita rahasia-rahasia kebaikan, gerbang-gerbang pahala, dan jalan-jalan menuju surga. Tak lupa juga shalawat dan salam kita haturkan kepada para keluarga, sahabat, dan pengikutnya hingga akhir zaman.

KAUM MUSLIMIN RAHIMAKUMULLAH

Khatib berpesan bagi diri sendiri dan jamaah, marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt dengan sebenar-benarnya takwa. Dan jangan sampai kita meninggal dunia, kecuali dalam keadaan muslim. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 102:

 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.”

KAUM MUSLIMIN RAHIMAKUMULLAH

Akhir-akhir ini, kita menyaksikan sebuah fenomena yang memprihatinkan di tengah umat Islam. Muncul gejala eksklusivitas di mana kelompok satu dengan yang lain saling membedakan tempat ibadah. Seolah-olah ada "Masjid Kelompok A" atau "Masjid Golongan B", sehingga seseorang merasa enggan atau bahkan dilarang shalat di masjid yang bukan milik golongannya.

Padahal, secara hakikat, masjid adalah Baitullah (Rumah Allah), bukan rumah organisasi atau milik pribadi. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Jin ayat 18:

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا

"Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah. Maka janganlah kamu menyembah apa pun di dalamnya di samping menyembah Allah." (QS. Al-Jin: 18)

Ayat ini menegaskan bahwa kepemilikan mutlak masjid adalah milik Allah. Siapa pun yang bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, maka ia memiliki hak yang sama untuk bersujud di masjid mana pun di muka bumi ini.

KAUM MUSLIMIN RAHIMAKUMULLAH

Rasulullah SAW membangun Masjid Nabawi sebagai pusat persatuan. Di sana berkumpul Muhajirin, Anshar, kaum kaya, kaum miskin, tanpa ada sekat golongan. Rasulullah SAW bersabda:

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ

"Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, ia tidak boleh menzaliminya, tidak boleh menelantarkannya, dan tidak boleh menghinanya." (HR. Muslim)

Menolak saudara semusim untuk beribadah di sebuah masjid, atau merasa merasa "najis" shalat di belakang imam yang berbeda paham dalam masalah furu'iyah (cabang agama), adalah benih perpecahan yang sangat dibenci Allah. Perbedaan madzhab atau organisasi seharusnya menjadi rahmat dan khazanah intelektual, bukan alasan untuk membelah shaf shalat kita.

Ingatlah peringatan Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 114:

 وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ مَنَعَ مَسَاجِدَ اللَّهِ أَنْ يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ وَسَعَىٰ فِي خَرَابِهَا

"Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam masjid-masjid-Nya, dan berusaha merobohkannya?"

KAUM MUSLIMIN RAHIMAKUMULLAH

Merobohkan masjid bukan hanya menghancurkan bangunannya secara fisik, tetapi juga merusak fungsi masjid sebagai pemersatu umat melalui fanatisme kelompok yang berlebihan.

Sebagai kesimpulan, marilah kita jadikan masjid sebagai titik temu, bukan titik seteru. Janganlah perbedaan warna bendera organisasi membuat kita kehilangan rasa cinta kepada sesama mukmin.

Dunia melihat kita bukan dari seberapa megah masjid kita, tapi seberapa rapat shaf kita. Mari kita buka pintu masjid kita untuk siapa saja yang ingin bersujud kepada Allah, selama mereka tetap berada dalam koridor akidah yang benar.

Semoga Allah melembutkan hati kita untuk senantiasa mengedepankan Ukhuwah Islamiyah di atas kepentingan kelompok. Aamiin Yaa Rabbal’alamin.

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ


Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَى إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إِلَى رِضْوَانِهِ.

 َللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا المُسْلِمُوْنَ اِتَّقُوْا اللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلَآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعَالَى إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيَآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلَآئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّٰهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيِّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتَنِ وَالْمِحَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خَآصَّةً وَسَائِرِ الْبُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَآمَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَ اِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبَادَ اللّٰهِ !

إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِيْ الْقُرْبٰى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوْا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ وَ اللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ