JAKARTA — Undangan resmi untuk menghadiri sidang meja bulat Sekretariat Syekh Jumadil Kubra Malaysia telah dipenuhi oleh rombongan Naqobah Ansab Auliya Tis’ah (NAAT) pada hari ini, Selasa, 9 Desember 2026. Kegiatan akademik dan historis tersebut dijadwalkan berlangsung di Universiti Malaysia Sabah (UMS), Sabah, Malaysia, dengan melibatkan para peneliti, sejarawan, dan pemerhati nasab dari berbagai negara.
Rombongan NAAT dipimpin langsung oleh Ketua Umum KH. R. Ilzamuddin Sholeh, dengan didampingi oleh Sekretaris Jenderal NAAT Dr. H. Mohammad Subhan, MA, Sekretaris LP3SN Bdr. Yahya Algiri, serta Tim Badan Koordinasi Data Digital NAAT Gus Islah Hamida. Keberangkatan rombongan telah dilakukan pada pagi hari melalui Bandara Internasional Juanda, Surabaya, dengan tujuan akhir Sabah, Malaysia.
Kehadiran NAAT dalam forum internasional ini diberikan ruang strategis melalui pembentangan kertas kerja ke-3. Dalam sesi tersebut, kajian mendalam akan disampaikan terkait Sultan Muhammad dan Sultan Ahmad sebagaimana termuat dalam manuskrip Jawa, serta keterkaitannya dengan salasilah Syekh Jumadil Kubra. Selain itu, presentasi juga akan difokuskan pada sejarah Walisongo dan kiprah peradaban Islam yang dibangun di wilayah Nusantara, baik dari aspek dakwah, kebudayaan, maupun transformasi sosial.
Forum sidang meja bulat ini dipandang sebagai ruang ilmiah yang penting untuk mempertemukan berbagai perspektif sejarah dan manuskrip lintas kawasan Asia Tenggara. Oleh karena itu, partisipasi NAAT dinilai strategis dalam rangka memperkuat verifikasi data nasab, manuskrip, dan sejarah tokoh-tokoh sentral Islam Nusantara yang selama ini menjadi fokus kajian organisasi tersebut.
Saat proses penulisan berita ini dilakukan, rombongan NAAT masih berada dalam perjalanan menuju Sabah dan dilaporkan sedang transit di Kuala Lumpur. Acara rencana betlangsung selama 3 hari mulai tanggal 10-13 Januari 2026. Informasi tersebut diperoleh tim media Assufah melalui komunikasi langsung dengan Sekretaris Jenderal NAAT di sela-sela perjalanan. Seluruh rangkaian kegiatan dijadwalkan akan diikuti secara penuh oleh delegasi NAAT hingga agenda sidang meja bulat selesai dilaksanakan.
Melalui keikutsertaan dalam forum ini, komitmen NAAT dalam memperkuat jejaring keilmuan internasional serta menjaga otentisitas sejarah dan nasab auliya Nusantara kembali ditegaskan. Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan kontribusi akademik yang signifikan serta mempererat hubungan keilmuan antara Indonesia dan Malaysia.(Sb&Yhy)